Sabtu, 19 Oktober 2013

on Leave a Comment

Ingat mati..!! Karena Mati Tak akan melupakanmu..

Rasul Saw mengingatkan pada kita: "Cukuplah kematian sebagai peringatanbagimu". Memang kematian adalah nasehat yang lebih tajam daripada nasehatlisan. Sungguh setiap kita sebagai mahluk_Nya sudah divonis mati bahkan sebelumkelahiran kita, "Setiap yang berjiwa pasti mati"

Jika seorang manusia sudah tidak lagi mempan dingatkandengan lisan, maka mengingatkannya dengan kematian adalah sebaik-baiknyanasehat.
Dan bila kematianpun tidak membuatnya ingat pada Allah &kembali ke jalan yang Dia ridhoi, maka sungguh mereka adalah orang celaka.Tidak kah kalian iangat akan firman Allah Swt dalam penggalan surat Ali_Imron.145.
Dan setiap kita sudah ada jadwal kematian, "Tidaklahsuatu jiwa mati kecuali sudah ada kitab ajalnya"
Kita tinggal menunggu giliran, kapan ajal akan menjemputkita,,? Tanah kubur sudah menanti kedatangan kita. Maka dari itu siapkanlahsegala sesuatu dari pada kebutuhan untuk hidup di alam kubur & akhiratkelak, perbanyaklah amal kebaikan, ilmu yang manfaat, dan tinggalkanlah darikita putra-putri yang sholeh sholehah, agar do'a mereka senantiasa menemanikita dialam kubur & akhirat kelak

Selasa, 18 Juni 2013

on Leave a Comment

Sebelum yang 5 Datang

Sebelum datang 5 yang lain.....

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW: ”Gunakanlah 5 perkara sebelum 5 perkara yang lain: Masa mudamu sebelum masa tuamu. Sehatmu sebelum sakitmu. Kayamu sebelum miskinmu. Senggangmu sebelum sempitmu. Dan hidupmu sebelum matimu.(HR. Hakiem)
”Dalam hadits ini jelaslah bagi qta untuk jangan menyia²kan waktu yang qta miliki saat ini, sebelum datang waktu 5 yang lain.
-Yang pertama adalah masa muda sebelum datang masa tua. Pelajaran penting yang dapat qta ambil adalah bahwa masa muda merupakan masa yang penuh dengan semangat & energik, serta kekuatan. Maka sayang apabila waktu muda disia² untuk aktivitas yang tidak bermanfaat. 
Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jiwa muda yang penuh gelora ini harus dimanfaatkan dengan baik, menuntut ilmu, mendekatkan diri kepada اللّهُ & Rosulullah. Agar sedini mungkin qta dapat mengetahui mana perbuatan yang baik & mana perbuatan yang buruk, mana yang halal & mana yang haram. 
Pemuda yang bijak tentu tidak akan menyia² waktu² nya untuk berbuat sesuatu yang tidak manfaat baginya baik didunia maupun diakhirat. Dia akan slalu menggunakan waktunya untuk mendalami ilmu agama. 
Bersambung.............


Senin, 27 Mei 2013

on Leave a Comment

Bersihkan dirimu dari Dosa

Ibnu Atha'illah

Jika ingin selamat dalam kehidupan dunia ini, jauhilah dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Janganlah beristighfar atas dosa tersebut, lalu kembali melakukannya. Perumpamaan orang yang banyak melakukan istighfar, tetapi masih mengulangi dosa-dosanya, seperti orang yang banyak minum obat, tetapi juga sering meminum racun. Nasihatilah dia dengan berkata,”Bisa jadi sebelum meminum obat, engkau sudah keburu mati lebih dahulu. Bisa jadi ajal datang setelah engkau berbuat dosa, padahal engkau belum sempat bertaubat. Sehingga engkau pun mati dalam kondisi maksiat dan berdosa. Sungguh, ini adalah bahaya besar….”

Siapa pun yang enggan meninggalkan perbuatan terlarang, percuma ia melakukan kewajiban-kewajiban. Ibarat orang yang sakit, selama ia tidak menahan diri dari makanan yang dilarang dan tidak melakukan diet, percuma ia meminum obat. Ibarat orang yang membersihkan pakaiannya, sementara ia jatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Mana mungkin pakaiannya bisa bersih?


Selasa, 21 Mei 2013

on 2 comments

Andai Maulid Tidak Ada


Kami sekedar mengajak anda membayangkan satu hal. Andai saja maulid nabi tidak ada, atau lebih tepatnya ditiadakan sejak 50 tahun yang lalu, mungkin kita akan bertanya-tanya, siapa Muhammad itu? Jawaban yang kemudian muncul adalah, tentu saja dia adalah nabi kita sebagaimana tercantum dalam kalimat syahadat yang kita ucapkan
50 tahun kemudian…
Anak cucu kita mungkin akan bertanya lagi, siapa Muhammad itu, kok kita disuruh ngikuti dia terus? (pertanyaan yang mulai kurang sopan) apa sih istimewanya dia? Bukankah akan lebih simple kalau kita melihat tokoh-tokoh kita yang bisa secara langsung kita saksikan. Toh mereka juga orang baik kok. Sama seperti Muhammad
Pendeknya, semakin lama orang makin tidak tahu dan makin bingung dengan nama yang telah menjadi syarat mutlak keislaman mereka. Ketidak tahu menahuan ini ketika ditanggapi dengan jawaban : “ah, dia itu cuma manusia biasa seperti kita. Beda kita sama dia hanya masalah dia dapat wahyu dan kita tidak. Itu saja. Tak lebih.” maka akan menimbulkan berbagai informasi yang simpang siur, bahkan cenderung menyesatkan
…………………………………….