Jika seseorang perempuan sudah dinikah sirri alias tidak tercatat di KUA, kemudian ditinggal suami kira-kira 10 tahun tanpa ada kabar & kata cerai dari suami, bolehkah perempuan tsb menikah dengan lelaki lain,?
Ketika suami tidak diketahui kabarnya:
1. Qoul qodim Imam Syafi’i: "Menunggu sampe 4 tahun kemudian menjalani ‘iddah wafat (4 bulan 10 hari), baru setelah itu boleh menikah lagi dengan lelaki lain. Pendapat ini berdasarkan qoul Sayyidina Umar r.a: Beliau meng-qiyas kan dengan permasalahan. Bolehnya seorang istri meminta faskh (merusak hubungan perkawinan) kepada hakim ketika si suami impoten (ta’adzurul wat’i) dan permasalahan bolehnya si istri minta faskh ketika si suami tidak mampu memberi nafaqoh."
Selasa, 13 Mei 2014
Cinta Datang Bersama Cinta..
Cinta seorang laki-laki kepada wanita, dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah Swt di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran & fisiknya.
Cinta pada dasarnya adalah bukan sesuatu yang kotor, karena kekotoran tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci & halal, ada pula bingkai yang kotor & haram
Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan & kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka & duka, lapang & sempit.
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya cinta. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tapi disamping keindahan bentuk & rupa harus disertai keindahan Ilmu & Akhlak yang baik.
Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu untuk dijaga, dirawat & dilindungi dari segala kehinaan & apa saja yang mengotorinya.
Sabtu, 08 Maret 2014
Wanita: "Antara Karier & Keluarga"
Mungkin sebagian kaum wanita merasa betapa bahagianya seandainya mereka memiliki karier yang mapan. Betapa bangganya bisa melibatkan diri dalam kegiatan pelayanan publik. Alangkah bahagianya memiliki pendapatan sendiri. Betapa hebatnya jika mereka bisa memiliki peran penting di tengah masyarakat. Angan-angan demikian memang wajar muncul dari kaum wanita.
Era sekarang memang kian menjauhkan perbedaan antara peran laki-laki & perempuan. Emansipasi wanita & kesetaraan gender sudah menjadi fenomena tak terelakkan di tengah perhelatan masyarakat modern. Hal itu kian lumrah saja kita dapati ditengah sosio-kultur kita. Bahkan diperkantoran, perbankan, dunia industri hingga pemasaran, tampaknya kaum Hawa cukup memerankan peranan-peranan yang cukup penting. Mungkin saja karena resistensi kaum perempuan semacam unjuk rasa pada perusahaan relatif lebih rendah dibanding laki-laki, sehingga kebijakan perusahaan lebih “berpihak” kepada mereka.
Sabtu, 01 Maret 2014
Wanita Sholihah Impian lelaki Sholeh...
Wanita Shalihah (istri sholihah) merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Allah. Titel atau gelar itu bukan sekadar nama dan kebanggaan, tetapi dia adalah buah dari satu perjuangan panjang dalam kehidupan seorang wanita. Masyarakat muslim diingatkan, supaya waspada terhadap wanita cantik yang tumbuh dewasa di tempat yang buruk.
Banyak wanita mendambakan titel itu, tetapi sangat sedikit yang sampai kepada tujuan yang dirindukan. Sebab, perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh seorang wanita mengharuskannya melalui jalan yang terjal, berkelok, berbatu, naik bukit dan turun gunung, penuh onak dan duri. Kenanglah sejenak perjalanan hidup para pemimpin wanita ahli surga, yaitu sebaik-baik wanita sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini.


.jpg)

